Markus
2009140015
DAMPAK
EKONOMI DARI PEMBANGUNAN CLUB MED
Kini kepariwisataan memiliki
berbagai dampak ekonomi, sudah banyak diketahui orang. Secara formal, para ahli
membedakan dampak ekonomi yang terjadi karena kegiatan pariwisata (pengembangan
Club Med) termasuk pengembangan Club Med , terdiri dari Efek Langsung (Direct
Effects), Efek Tidak Langsung (Indirect Effects) dan Efek Induksi (Induced
Effects). Sementara itu, Efek Tidak Langsung dan Efek Induksi kadang-kadang
disebutnya sebagai Efek Sekunder (Secondary Effects) yang menyertai Efek
Langsung selaku Efek Primer (Primary Effect). Dampak total ekonomi pariwisata
merupakan jumlah keseluruhan dampak yang terjadi baik langsung, tidak langsung
maupun induksi, yang masing-masing dapat diukur sebagai keluaran bruto (gross
output) atau penjualan (sales), penghasilan (income), penempatan tenaga kerja
(employment) dan nilai tambah (value added). Secara nyata, kegiatan pariwisata
(pengembangan Club Med) memberikan manfaat pada penjualan, keuntungan, lapangan
kerja, pendapatan pajak dan penghasilan dalam suatu daerah. Dampak yang paling
dirasakan langsung, terjadi di dalam sub-sektor pariwisata primer, -penginapan,
restoran, angkutan, hiburan dan perdagangan eceran (retail).
Pada
tingkat kedua, di sub-sektor sekundernya, berpengaruh pada sebagian besar
sektor ekonomi.
Analisis
dampak ekonomi kegiatan pariwisata (pengembangan Club Med) lazimnya berfokus
pada perubahan penjualan, penghasilan dan penempatan tenaga kerja di daerah
bersangkutan yang terjadi akibat kegiatan pariwisata (pengembangan Club Med).
Pada
dasarnya analisis dampak ekonomi pariwisata menelusuri aliran uang dari belanja
wisatawan yaitu:
Ø Kalangan
usaha dan badan-badan pemerintah selaku penerima pengeluaran wisatawan
Ø Bidang Usaha lainnya selaku pemasok (supplier)
barang dan jasa kepada usaha pariwisata;
Ø Rumah
Tangga selaku penerima penghasilan dari pekerjaan di bidang pariwisata dan
industri penunjangnya;
Ø Pemerintah
melalui berbagai pajak dan pungutan (resmi) dari wisatawan, usaha dan rumah
tangga.
Direct Effects. Perubahan produksi
sehubungan dengan dampak langsung atas perubahan belanja wisatawan. Misalnya,
kenaikan jumlah wisatawan yang menginap di hotel-hotel akan langsung
menghasilkan kenaikan penjualan di sektor perhotelan. Tambahan Penjualan yang
diterima hotel-hotel dan perubahan pembayaran yang dilakukan hotel-hotel untuk
upah dan gaji karyawan, pajak dan kebutuhan barang dan jasa merupakan effek
langsung (direct effect) dari belanja wisatawan itu.
Indirect Effects. Perubahan produksi
yang dihasilkan dari pembelanjaan berbagai babak berikutnya dari penerimaan
hotel kepada industri para pemasoknya, yaitu pemasok barang dan jasa kepada
hotel. Misalnya, perubahan penjualan, lapangan kerja dan penghasilan dalam
industri linen (sprei, selimut, bed-cover, handuk, taplak dsb.) adalah salah
satu dari efek tidak langsung (indirect effect) dari perubahan penjualan hotel.
Usaha-usaha pemasok barang dan jasa kepada perusahaan linen merupakan babak
lain dari efek tidak langsung, yang akhirnya tidak terlepas dari keterkaitan
hotel dengan banyak sektor ekonomi lainnya di daerah itu sampai pada beberapa
tingkat.
Dalam
contoh sederhana dapat digambarkan seperti berikut:
Katakanlah suatu daerah berhasil
menarik 100 tambahan wisatawan, masing-masing membelanjakan $100 per hari,
sehingga total belanja mereka per hari di daerah itu adalah $10.000. Jika
berlangsung selama 100 hari dalam satu musim liburan, maka daerah itu akan
dapat mengakumulasi sejumlah $1.000.000 sebagai transaksi penjualan baru. Satu
juta dollar itu terbagi ke berbagai bidang usaha, seperti penginapan, restoran,
hiburan dan perdagangan eceran dengan proporsi tergantung pada bagaimana
wisatawan itu membelanjakan uangnya yang $100 itu. Mungkin, 30% dari satu juta
dollar itu akan “mengalir” (bocor) ke luar daerah itu yang diperlukan untuk
membayar barang dan jasa yang dibeli wisatawan namun tidak diproduksi di daerah
yang bersangkutan (barang dan jasa seperti itu lazimnya diperhitungkan sebagai
dampak penjualan langsung). Karena “kebocoran” tadi, maka sisanya yang $700.000
dalam bentuk penjualan langsung akan menghasilkan $350.000 penghasilan dalam
industri pariwisata dan menunjang 20 lapangan kerja pariwisata. Kita tahu bahwa
industri pariwisata bersifat padat karya dan padat penghasilan, menciptakan
proporsi penjualan yang besar menjadi penghasilan dan lapangan kerja terkait.
Sebaliknya,
industri pariwisata membeli barang dan jasa dari industri lainnya di daerah itu
dan membayarkan sebagian besar dari $350.000 penghasilannya untuk upah dan gaji
karyawannya. Inilah yang menciptakan dampak sekunder ekonomi di daerah
tersebut.Sebuah penelitian misalkan menggunakan faktor pengganda (multiplier
factor) 2,0 untuk menunjukkan bahwa tiap dollar dari penjualan langsung
menghasilkan satu dollar tambahan dalam penjualan sekunder di daerah yang
bersangkutan. Dengan nilai pengganda 2,0, maka dampak ganda dari $700.000 dalam
penjualan langsung itu menghasilkan total penjualan sebesar $1.400.000.
Selanjutnya
penjualan sekunder itu menciptakan tambahan penghasilan dan lapangan kerja,
yang menghasilkan dampak total dalam penjualan sejumlah $1,4 juta, serta
$650.000 penghasilan dan 35 lapangan kerja.
Induced
Effects. Perubahan dalam kegiatan ekonomi yang terjadi karena belanja rumah
tangga dari penghasilan yang diperoleh langsung atau tidak langsung dari
belanja wisatawan. Misalnya, karyawan hotel dan industri linen, yang ditunjang
langsung atau tidak langsung oleh adanya pariwisata, membelanjakan uang mereka
di daerah setempat untuk perumahan, makanan, angkutan dan serangkaian kebutuhan
barang dan jasa untuk rumah tangga. Maka penjualan, penghasilan dan lapangan
kerja yang dihasilkan oleh belanja rumah tangga dari tambahan upah, gaji atau
penghasilan pemilik merupakan Efek Induksi (induced Effects).
Melalui
efek tidak langsung dan efek induksi, perubahan belanja wisatawan sebetulnya
dapat mempengaruhi tiap sektor ekonomi dengan berbagai jalan. Besaran efek
sekunder tergantung pada kecenderungan usaha dan rumah tangga di daerah
tersebut untuk membeli barang dan jasa dari pemasok lokal.
Efek
induksi akan dirasakan, khususnya jika sebuah pemberi kerja menutup usahanya.
Bukan hanya industri penunjangnya yang menderita (indirect effect), melainkan
seluruh ekonomi setempat terkena dampaknya mengingat berkurangnya penghasilan
rumah tangga di daerah itu. Misalnya, toko-toko eceran tutup, “kebocoran uang”
ke luar daerah itu meningkat karena penduduk pergi ke luar daerah untuk mencari
barang dan jasa. Dampak sebaliknya akan terjadi jika kenaikan penghasilan dan
lapangan kerja meningkat tajam.
Pemakai
terakhir (Final demand) merupakan istilah yang acap digunakan oleh para ekonom
untuk penjualan kepada konsumen terakhir. Pemakai terakhir barang dan jasa
pariwisata adalah rumah tangga, yaitu rumah tangga para wisatawan, para
karyawan, pegawai negeri, para pengusaha, para petani, para peternak dsb.
Demikian pula halnya belanja pemerintah dinilai sebagai pemakai terakhir.
Manfaat
Club Med bagi perekonomian negara maju dan negara berkembang :
1. Meningkatkan
pendapatan masyarakat dan pendapatan negara
2. Memperkuat nilai
tukar mata uang lokal terhadap mata uang asing
3. Meningkatkan
kesejahteraan masyarakat
Masalah-masalah
ekonomi yang ditimbulkan :
Economic
Leakages, hal ini disebabkan karena Club Med dimiliki orang perancis, hal ini
berarti keuntungan yang diperoleh dari hasil usaha Club Med akan lari ke negara
perancis
Score: 85 quite good
BalasHapus