Markus
2009140015
1. Terdapat
2 (dua) buah Negara bertetangga yang pertama adalah Negara Astina dan Negara
Amarta. Negara Astina memiliki jumlah penduduk 14.500.000 jiwa sedangkan Negara Amarta memiliki jumlah penduduk 9.700.000
jiwa. Penduduk Negara Astina yang
melakukan perjalanan wisata minimal 1 (satu) kali berjumlah 1.150.000 orang;
penduduk yang melakukan perjalanan wisata 2 (dua) kali berjumlah 475.000 orang;
penduduk yang melakukan perjalanan wisata 3 (tiga) kali berjumlah 185.000.
Penduduk Amarta yang melakukan perjalanan wisata minimal 1 (satu) kali
berjumlah 675.000 orang; penduduk yang melakukan perjalanan wisata 2 (dua) kali
berjumlah 355.000 orang; penduduk yang melakukan perjalanan wisata 3 (tiga)
kali berjumlah 193.000. Adapun yang harus anda analisis adalah negara mana yang
menurut anda paling besar kemampuan sebagai negara asal wisatawan, sebutkan
alasan-alasan anda dalam menarik kesimpulan yang telah anda berikan ?
Diketahui :
a.
Negara Astina. Jumlah penduduk 14.500.000 Jiwa
N
|
Frekuensi
|
T
|
1.150.000
|
1 x
|
1.150.000
|
475.000
|
2 x
|
950.000
|
185.000
|
3 x
|
555.000
|
Total : 1.810.000
|
Total : 2.655.000
|
Berdasarkan
perhitungan Net Travel Propensity
NTP
= N x 100%
P
NTP
= 1.810.000 x 100%
14.500.000
NTP
= 12 %
Berdasarkan
perhitungan Gross Travel Propensity
GTP
= T x 100%
P
GTP
= 2.655.000 x 100%
14.500.000
GTP
= 18 %
Frekuensi
Perjalanannya sebesar :
TF
= T
N
TF
= 2.655.000
1.810.000
TF
= 1,46 Kali
b. Negara Amarta. Jumlah penduduk 9.700.000
Jiwa.
N
|
Frekuensi
|
T
|
675.000
|
1 x
|
675.000
|
355.000
|
2 x
|
710.000
|
193.000
|
3 x
|
579.000
|
Total : 1.223.000
|
Total : 1.964.000
|
Berdasarkan
perhitungan Net Travel Propensity
NTP
= N x 100%
P
NTP
= 1.223.000 x 100%
9.700.000
NTP
= 13 %
Berdasarkan
perhitungan Gross Travel Propensity
GTP
= T x 100%
P
GTP
= 1.964.000 x 100%
9.700.000
GTP
= 20 %
Frekuensi
Perjalanannya sebesar :
TF
= T
N
TF
= 1.964.000
1.223.000
TF
= 1,61 Kali
Kesimpulan dari perhitungan diatas
adalah Negara Astina merupakan Negara yang memiliki kemampuan lebih besar
sebagai Negara asal wisatawan dibandingkan Negara Amarta. Meskipun jelas
terlihat dari hasil presentase dan frekuensi perhitungan lebih besar Amarta.
Itu disebabkan karena perbedaan jumlah penduduk.
Alasannya adalah :
- Jumlah penduduk Astina lebih banyak dibandingkan jumlah penduduk Amarta.
- Negara Astina memiliki kecenderungan melakukan perjalanan lebih banyak dibangdikan Amarta meskipun hanya 1x perjalanan dalam 1 periode.
2. Sebutkan apa saja sifat-sifat dari
kecenderungan perjalanan ?
a. Kecenderungan perjalanan bersih tidak akan
pernah mencapai 100%. Biasanya nilai tertinggi
hanya akan mencapai 70% - 80%. Hal ini disebabkan oleh kesehatan yang tidak memungkinkan untuk melakukan
perjalanan, tidak cukup uang, terbatasnya waktu , terjadi kecelakaan atau musibah, dan lainnya.
b. Kecenderungan perjalanan kotor dapat saja
mencapai lebih dari 100% bahkan tidak jarang
terdapat Negara-negara yang memiliki nilai kecenderungan perjalanan kotor mencapai di atas 200%.
Penyebab kecenderungan perjalanan yang tinggi
desebabkan oleh :
·
Pendapatan
penduduk yang besar
·
Tingkat
profesionalisme masyarakat (Posisi pekerjaan)
·
Penduduk kota-kota
besar
·
Kelompok
usia antara 20-45 tahun
·
Kelompok
keluarga kecil
·
Tingkat
pendidikan penduduk yang tinggi,
3. Berikan contoh dari produk jasa
kepariwisataan yang berada pada kondisi elastis, elastisitas murni dan tidak elastis. Berikan alasan mengenai apa
yang anda sebutkan tersebut?
a. Elastis
Umumnya
dialami oleh para wisatawan yang melakukan perjalanan tanpa biaya sendiri. Peningkatan harga akan diikuti
dengan sendirinya namun masih dalam batas- batas
tertentu
Contohnya :
Family
Gathering pada sebuah perusahaan. Perjalanannya tanpa biaya sendiri, melainkan dari biaya yang dikeluarkan
perusahaan.
b.
Elastisitas Murni
Pada
kondisi ini permintaan akan produk atau jasa pariwisata benar-benar kenyal atau elastis. Peningkatan harga akan diikuti
dengan sendirinya tanpa batas-batas tertentu.
Contohnya :
Kenaikan
Harga BBM, akan mempengaruhi produk atau jasa lainnya. Seperti kenaikan biaya transportasi, kenaikan
bahan-bahan makanan yang akan mempengaruhi
harga makanan pada restaurant, dan sebagainya.
c. Tidak
Elastis
Biasanya
peningkatan harga produk atau jasa pariwisata akan mengakibatkan penurunan permintaan
Contohnya :
Kenaikan
harga Maskapai penerbangan, Hotel (Paket Tour) akan mengakibatkan penurunan permintaan. Karena konsumen akan
memilih dan mencari produk atau jasa sesuai
dengan kemampuan keuangannya.